Latest Entries »

Setelah lama tidak menghasilkan tulisan lagi, pagi ini saya coba kembali utnuk membagi apa yang ada dalam pikiran saya dan menuangkannya ke dalam sebuah tulisan, semoga berkenan.
Saya mengambil judul mengejar dunia mimpi menjadi sebuah kenyataan, itu karena sekarang ini kita seperti hidup dalam dunia mimpi yang penuh dengan janji manis namun menyakitkan, dengan sangat terpaksa kita harus hidup dalam dunia mimpi tersebut dan dengan berjuta intrik didalamnya, seakan-akan kenyataan adalah hal yang langka untuk didapatkan, bahkan berharap pun tidak berani karena selalu berjibaku dengan mimpi.
Begitu banyak kejadian yang telah kita lewati, berpuluh-puluh masalah telah dihadapi dan entah berapa kesedihan yang telah kita rasakan, namun akankah itu semua lantas membuat kita menjadi putus asa dan berpasrah diri tanpa ada keinginan untuk berubah kea rah yang lebih baik, biarlah dunia mimpi dipimpin oleh pemimpin yang penuh dengan mimpi keserakahan dunia namun setidaknya kita jangan mengikuti seperti mereka, banyak hal baik yang dapat kita lakukan di pada sekeliling kita, rubahlah dari diri sendiri dan lingkungan sendiri dan biarkan itu menyebar dengan sendirinya.
Momentum ramadhan akan segera tiba, dimana di bulan ini semua kebaikan dikumpulkan, usahakan berbuat dan beribadah dengan baik di bulan ini karena kita tidak tahu apakah kelak kita masih bisa bertemu dengan bulan ramadhan yang sangat indah tak terkira ini.
Apapun dirimu, apapun mimpimu, apapun kehendakmu akan hidupmu kelak, ingatlah….segeralah memulai jika memang itu yang terbaik yang bisa kau lakukan, kejarlah dunia mimpimu menjadi kenyataan, berhentilah hanya berangan-angan dan berandai-andai, berhenti mengeluh, berhenti membandingkan dengan orang lain, berhenti putus asa, bukankah Tuhan telah membekali setiap umat NYA dengan masing-masing keahlian dan kemampuan karena setiap manusia adalah mahluk special. Terulah berusaha dan berdoa, semoga semuanya membawa keberkahan bagi kita sekalian.
Selamat menjalani ibadah di bulan ramadhan, akan banyak kejutan di bulan ini, akan banyak kebaikan di bulan ini dan semoga akan banyak pengampunan pula di bulan ini. Semoga Tuhan selalu melindungi kita semua.

Jodoh, sering menjadi suatu kata yang keramat saat sesuatu yang berhubungan dengan nasib terjadi pada diri kita. Dalam percintaan, dalam mendapat pekerjaan, dalam mencari rejeki, dalam mencari teman, dan banyak lagi, kebanyakan semua berkaitan dengan jodoh.
Namun saat hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang kita inginkan, apa mau dikata karena bukan jodohnya. Jodoh sering diidentikan dengan pasangan hidup dalam mencari cinta sejati, padahal menurut saya setiap hari kita berkutat dengan jodoh-jodohan dalam setiap hal.
Jodoh dapat membawa kebahagiaan, kesedihan bahkan bisa membawa kedua-duanya sekaligus dalam satu peristiwa, mari kita kupas sedikit contoh-contoh jodoh dalam kehidupan kita, mungkin ada yang pernah mengalami namun ini adalah pengalam pribadi penulis sendiri.
Kita dilahirkan di dunia bukanlah untuk hidup sendiri-sendiri, kita harus selalu bersosialisasi dan berkomunikasi untuk menambah ilmu dan pengetahuan diri agar lebih berkembang, oleh karena itu kadang kita perlu teman dan juga sahabat, disini jodoh berperan penting, kita bisa punya teman siapa saja, namun sahabat hanyalah sedikit dan tergantung jodohnya, karena sahabat seperti saudara sendiri yang selalu ada dalam keadaan suka maupun duka, walau kelak akan terpisah jauh namun akan tetap terhubung melalui hati dan pikiran, oleh karena itu jodoh sangat berperan disini.
Kemudian saat kita mencari kerja atau hendak naik jabatan, juga diperlukan peran jodoh, bagaimanapun cara yang kita lakukan, sekuat apapun usaha, setebal apapun tekadnya jika tidak berjodoh untuk bekerja ditempat itu atau naik jabatan maka tidak akan bisa.
Setiap orang ada jodohnya masing-masing, entah itu jodoh berupa pasangan, anak, pekerjaan, naik jabatan, persahabatan, pertemuan dan perpisahan, semua hanya perlu dijalani dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun, karena Tuhan telah mengatur jodoh umat NYA masing-masing, tak perlu pusing dan takut walau sebagai manusia kadang terjadi pergolakan dalam batin mengenai perjodohan ini, itu dikarenakan kita selalu melihat dari perspektif orang lain bukanlah melihat dari diri kita sendiri, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, setiap orang memeliki keahlian spesialnya masing-masing, susah bagi kita jika selalu melihat dari orang lain.
Yakin dan percayalah pada dirimu, Tuhan sudah mengatur semua untukmu, jalani dan lakukan apa yang menurut kamu terbaik yang bisa kamu lakukan, walau berat dan sakit menghadang, teruslah maju dengan tetap berpegang pada Tuhan maka Tuhan pun pasti akan menuntun jalan terangnya.
Latihlah terus kesabaranmu, buat batas tepi kesabaranmu menjadi tidak terhingga, ikhlas dan kuatkan dirimu buat dirimu menjadi besar sebesar gunung yang tidak akan goyah saat tertiup angin kencang, hingga akhirnya kamu sadar jika dirimu sungguhlah sangat berharga dan berguna, hidupmu sungguh indah dan semua karena Tuhan.
Kemudian saat apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan, kita bisa mengatakan “ kalau bukan jodoh, apa mau dikata”, karena ingatlah Tuhan punya cara NYA sendiri, yang pasti itu lebih indah dari yang kita kira di akhirnya.

Sebagai seorang manusia, kita selalu ingin mendapatkan pengakuan akan jati diri, berusaha untuk berguna dengan apa yang telah kita lakukan dan dapat menjadi contoh, kadang merasa suka menjadi pusat perhatian dan di puji.
Betapa bangganya diri ini jika kita menjadi suatu teladan dan sebagai contoh yang baik bagi orang lain bahkan saat sudah tidak ada lagi di dunia ini akan tetap memberikan harumnya, namun bukan berarti kita mengejar sebuah pujian walau tidak munafik kita suka di puji akan yang telah kita lakukan, namun akan lebih baik saat kita melakukannya memang dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun, berbuat baik karena memang karena Tuhan semata bukan karena ada yang lain.
Kadang saya berpikir terlalu naif, berharap bisa berguna dan memberikan yang terbaik bagi orang lain, kadang merasa seperti menggunakan topeng, berbuat baik jika didepan orang lain, berkata baik jika ada maunya namun sebenarnya sungguhlah bobrok. Setiap perbuatan akan menuai akibatnya masing-masing, tergantung dari sisi baik atau buruk yang kita ambil.
Kira-kira apa yang bisa kuberikan, apakah sebuah senyuman di pagi yang berkabut, tawa riang dikala malam pekat menyelimuti ataukah mengusap airmata kesedihan orang lain di matahari yang cerah, sedangkan langit yang biru terhampar sangat luas dan Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat sempurna untuk memberikan keindahan dan kebahagiaan kepada mahluk NYA, lalu apa yang bisa kuberikan?
Sebagai mahluk NYA, penulis sadar bukanlah sesiapapun dan tidak kuat dibandingkan yang lain, hanya seorang mahluk biasa yang mendambakan kebahagiaan di dunia dan akhirat, berbagi yang bisa dibagi tanpa perlu meminta kembali, melakukan yang terpuji tanpa minta dipuji, mengagungkan Tuhan dan menyamaratakan semua manusia tanpa kecuali, penulis hanya ingin membagi apa yang bisa penulis berikan, walaupun cuma secuil namun setidaknya akan ada gunanya dan berharap berguna.
Setiap mahluk toh pada akhirnya pun akan kembali, namun setidaknya akan ada sedikit harum yang dapat kita berikan, bukankah dahulu kita terlahir menjadi bayi kecil yang tanpa dosa, lalu apakah kita tidak bisa menjaga diri, setidaknya mengurangi dosa yang akan terus kita hadapi saat telah dewasa, salahkah jika penulis berpikir “kita lahir tanpa dosa dan kembali pun setidaknya hanya membawa sedikit dosa”.
Berikanlah apa yang bisa kita berikan, bukan hanya materi dan fisik namun terlebih penting adalah perbuatan dan keikhlasan diri dalam berbagi kepada orang lain. Betapa indah dunia jika kita saling berbagi tanpa adanya emosi dan penyakit hati, betapa susah bagi kita untuk tersenyum, tersenyum dalam menghadapi dunia yang makin keras dan merenggut setiap jengkal kebahagiaan yang ada, lupakah kita pada NYA, hanya DIA yang berkuasa, apapun jika selalu bersama NYA, hal apa yang tidak mungkin.
So, apa yang bisa kau berikan maka berikanlah walaupun hanya sebuah senyuman, bantuan kecil, menjadi pendengar yang baik saat permasalahan di perdengarkan ataupun bantuan lainnya. Setidaknya ada yang kita lakukan, bukan hanya sekedar menjadi penggerutu, pengomel, pengkritik hingga membuat diri jatuh terpuruk, namun setidaknya berikanlah contoh yang baik agar kelak saat kita tidak baik akan menjadi sebuah pengingat untuk menuju kebaikan.

Pagi ini aku berangkat menuju kantor, dengan sepeda motor kuterobos dinginnya subuh hari, mendung dan kabut menemani, menambah asyiknya perjalanan ini dalam hati ku berkata ‘’ aku siap meraih mimpi dan harapan, walau apapun halangannya “.
Hidup ini sungguh berwarna namun terkadang juga monoton, tergantung bagaimana kita menjalaninya, apalagi harapan, kegembiraan dan kesedihan yang menjadi penambahnya. Tidak jarang dalam hidup kita menemui kabut dan mendung diawal perjumpaan, dimana seharusnya kita bahagia namun diawal kita menderita dahulu hingga bahagia pun kemudian.
Teruslah maju dalam menghadapi mendung pagi dan dinginnya pagi hari, jikalau hujan setidaknya kita sudah sedia paying atau jas hujan, begitu pula dalam kehidupan, kita harus bisa mempersiapkan dan bersiap akan segala kemungkinan yang terjadi, sebelum datangnya masalah kita telah siap dan terus maju demi sebuah harapan bahagia.
Kicau burung pun menemani dalam setiap perjalanan, ada yang merdu namun ada pula yang sumbang, namun ada headset music mp3 di telinga, jika kita tidak suka bukankah kita masih bisa mendengar nyanyian dan senandung merdu, pilihan kita sendiri. Begitu pula dalam hidup, setiap kita melangkah dan beraktifitas akan selalu ada suara-suara merdu dan sumbang mengiringi langkah kita, salah-salah hati dan pikiran kita terjebak atau bahkan menjadi tersakiti namun jika kita mendengar apa kata hati kita dan apa yang telah kita pilih, bersama restu Tuhan maka semua akan bisa teratasi.
Dalam perjalananku tadi pagi, hampir setiap kilo aku mendapati bangkai hewan, entah itu anak kucing, ayam , biawak ataupun sigung. Kasihan sekali, karena keteledoran, kurang sigap dalam bergerak dan nasibnya mereka harus mati dijalanan. Begitupula dalam kehidupan, dibutuhkan pengorbanan dalam setiap tindakan yang kita ambil dan dalam setiap keputusan yang tercetus dan terlaksana, salah-salah akan menjadi bangkai yang mati sebelum sampai tujuan dan membusuk tanpa bekas.
Setiap manusia memiliki setiap mimpinya didunia ini, keinginan yang berhubungan dengan duniawi, ada yang berkecimpung di dunia politik, dunia showbiz, dunia ekonomi, pemerintahan dan banyak lagi impian lainnya, semuanya memiliki kesulitannya masing-masing dan semua memiliki tantangannnya masing-masing pun untuk meraihnya tidaklah semuadah membalik telapak tangan.
Namun saat semuanya telah tercapai, mengapa kita masih terus mencari dan berusaha seakan berkendara tanpa tujuan, selalu lurus kedepan tanpa berhenti, selalu berusaha tanpa istirahat, ternyata kita lupa bahwa kelak setiap manusia didunia akan sampai ditujuan yang sama, yaitu kembali kepada NYA, apapun, siapapun, bagaimanapun tetap akan kembali.
Sekarang saat aku kembali melanjutkan aktifitasku dan mulai naik kendaraan lagi, aku akan selalu memikirkan NYA, bernyanyi untuk NYA, menuju kepada NYA, melewati semua mendung dan kabut karena NYA, berkorban hanya untuk NYA dan menumpahkan segala cintaku hanya pada NYA, setidaknya aku bisa menstabilkan jalan hidupku di dunia dan akhirat.
DIA lah Tuhan, aku melewati mendung dan meraih mimpiku karena NYA, Tuhan aku saying dan cinta padamu, Tuhan aku pun juga sayang kedua orangtuaku dan keluargaku, akupun juga sayang kepada teman dan sahabatku, namun aku berharap saying dan cintaku lebih kepadaMU, karena KAU Tuhan ku.

Kala sang matahari mulai meredupkan sinarnya pertanda dewi bulan akan segera datang untuk menggantikan tugasnya menyinari bumi, lembayung senja pun mulai nampak memberi indah pada gradasi langit menambah kesejukkan dan kedamaian.
Duduk termenung menatap langit sambil menunggu panggilan NYA untuk beribadah, tiba-tiba terbersit rasa ingin mengurai dan mengungkapkan perasaanku pada saat senja telah tiba, bahwa terjadi rasa penyesalan dan sebagai evaluasi diri tentang apa yang telah dikerjakan dalam satu hari ini tadi, tanpa terasa air mata ini jatuh dan kepala yang sombong ini pun tertunduk malu.
Sejak pagi hari hingga siang hari, aku beraktifitas menjalani kehidupan, kehidupan yang sebenarnya penuh kemubaziran, karena aku merasa di sela aktifitasku hanya sedikit bahkan hamper tidak pernah aku meluangkan waktu untuk Tuhan, sungguh aku malu kepada Tuhan, DIA sang maha segalanya dapat mengatur seluruh isi jagad raya dengan sangat seimbang dan adil, namun aku sebagai mahluk NYA, menyempatkan diri saja untuk beribadah kepada NYA sungguh berat.
Bekerja dan terus bekerja, melupakan kewajiban dengan alasan profesionalisme dalam bekerja, berbicara berlebihan dan tak berbobot, berpikir yang jelek, memiliki hati yang rusak, memiliki sifat dan kelakuan yang plin plan, sungguh betapa mubazir nya yang telah kulakukan seharian tadi, entah berapa dosa yang kubuat dan entah berapa khilaf yang telah terbuat.
Sesungguhnya manusia dalam keadaan menyesal di saat waktu ashar telah berakhir, aku sungguh merasakannya, betapa banyak kesia-siaan yang kulakukan dan kemubaziran yang kuperbuat. Dan di waktu senja ini aku mengevaluasi diri, berharap di separuh sisa hari ini akan ada kebaikan yang kulakukan.
Malam mulai menyelimuti bumi, lembayung senja pun berganti, rembulan pun bersinar memberikan senyumnya kepada bumi. Semoga kebahagiaan dan mimpi indah akan menghiasi hidupku dimalam ini.

Saat masih dikandungan bunda, aku menunggu untuk lahir ke dunia dan saat sudah di dunia aku menjalani kehidupan dunia kemudian hingga tiba saatnya aku bersiap diri untuk kembali kepada NYA. Sekedar berbagi tentang 3 kata ini, menunggu, menjalani dan bersiap diri, sepertinya untuk saat ini 3 kata ini cukup berarti untuk saya renungkan, semoga apa yang akan saya utarakan dapat berkenan dan mungkin ada gunanya sebagai bahan renungan dan mungkin sebagai bahan diskusi kita.
Saat pertama kali melihat indahnya cahaya matahari yang merasuk kedalam tubuh dan menyinari setiap rongga mekanisme dalam tubuh, saat itulah roh dan tubuh resmi menginjakkan kakinya dibumi, kurang lebih 9 bulan menunggu dalam penantian pun berakhir, Tuhan yang maha adil memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan, kehidupan yang indah dan susah, penuh tangis dan tawa akan mengiringi kehidupanku kelak kedepan hingga suatu saat aku harus bersiap diri untuk kembali kepada kekekalan NYA.
Sebenarnya 3 kata ini sering kita lihat terjadi dalam kehiduapn kita didunia, contohnya saat mencari kerja, kita menunggu dipanggil dan ikut test kemudian saat diterima kita menjalani pekerjaan kita hingga kemudian bersiap diri untuk pindah kerja atau di PHK atau saat kita akan membentuk mahligai pernikahan, kita menunggu jodoh kemudian menjalani prosesnya hingga mempersiapkan diri untuk menuju jenjang pernikahan.
Sinar mentari dan cahaya rembulan sudah sering kita lihat, betapa indah nya. Semua sudah diatur dengan sangat manis dan indah oleh Tuhan, betapa tidak, kita diberikan kesempatan untuk menunggu, menjalani dan bersiap diri sedangkan banyak “di luar” sana orang-orang yang rela melakukan apa saja untuk menggantikan posisi kita, alangkah lebih indahnya jika kita melakukan semuanya dengan benar dan baik.
Pelangi yang multi warna menyembul dengan sangat indah dikala sang hujan berhenti menangis, memberikan perasaan damai dan indah, seindah ketentuan Tuhan yang selalu adil dan bijaksana. Saat ini aku masih menunggu, berusaha menjalani dan mencoba bersiap diri dengan baik, namun akan butuh banyak waktu dan perjuangan, semuanya tidak akan semudah yang terlihat oleh mata, namun memerlukan rasa ikhlas dan keimanan yang kuat.
Merangkai setiap kata dengan sangat indah sungguhlah membutuhkan penjiwaan hati yang sangat dalam, merangkai kata maaf kadang membuat rasa kelu di lidah untuk mengucapkannya, menjalin silaturahmi seberat membawa beban di kaki dan mata namun setidaknya dengan saling berbagu tanpa memaksakan kehendak dan tanpa melibatkan emosi dan penyakit hati, hidup kita yang berwarna ini akan diselimuti oleh cahay putih yang akan terus berpendar dalam kegelapan.
Salam pagi, salam senyum dan salam bahagia untuk semua.

Dibalik setiap mendung yang gelap akan selalu ada seberkas cahaya yang menyinari dunia dengan kehangatan dan keindahannya, memunculkan sang pelangi yang bermacam warna makin memperindah suasana setelah mendung.
Begitu pula dalam setiap kehidupan, kita sering menemui mendung gelap dalam hidup kita masing-masing, membuat kita bersedih, bermuram durja, putus asa dan sakit hati. Badai kehidupan yang menyertai mendung membuat kehidupan kita terombang ambing oleh angin masalah dan cobaan yang menerpa tanpa rasa ampun, belum lagi tetesan hujan airmata yang ikut meramaikan suasana.
Kesedihan demi kesedihan, cobaan demi cobaan, masalah demi masalah dan rasa putus asa sudah pernah kita rasakan, ada yang berhasil melaluinya namun ada pula yang tidak mampu menghadapinya bahkan ada yang mengakhirinya dengan caranya sendiri yang tidak di ridhoi Tuhan.
Namun saat kita bermenung, pernah kita berpikir bahwa setiap mendung masalah itu pasti ada artinya bagi hidup kita dan pasti ada hidayahnya, dan satu hal yang kita lupa, jauh sebelum adanya mendung masalah yang menyelimuti kita, bukankah dulu kita sudah pernah mengalami dan menjalani mendung masalah bahkan mungkin lebih berat dari masalah yang kita jalani saat ini, lalu mengapa kita harus kalah.
Tuhan itu maha adil, DIA memberikan masalah selalu dengan pemecahannya asalkan kita pantang menyerah dan putus asa dalam memecahkannya, hadapi setiap masalah karena berani berbuat harus berani bertanggung jawab dan setiap keputusan yang kita ambil harus bertanggung jawab pula dengan hasilnya.
Siapapun kamu, apapun pekerjaanmu, bagaimanapun kondisimu, percayalah pada Tuhan dan dirimu bahwa dibalik setiap masalah dan mendung hitam yang menyelimuti dirimu, Tuhan akan menurunkan sinar hangatnya untuk membuka tabir gelap dalam mendung kehidupan kita.
Ikhlaskan diri dan setiap langkah hidup kita, perkuat iman dan pantang menyerah apalagi putus asa, terus berusaha dan berdoa, pertolongan dari Tuhan akan datang dari arah yang tidak akan pernah kita duga sebelumnya, karena Tuhan sayang dan cinta pada kita.
Ingatlah akan setiap hirup udara yang masih bisa kita rasakan, ingatlah akan setiap jantung dan darah yang tetap bekerja dan panca indera yang masih bisa bekerja dengan normal , ingatlah bahwa Tuhan selalu memberi tanpa pernah diminta, namun salahkah Tuhan jika DIA mencoba umat NYA untuk mengetahui sejauh mana kadar cinta dan iman ciptaan NYA, jalani semua dengan keikhlasan hati dan murni untuk mencapai ridho NYA semata dan katakana selalu dalam hati “Tuhan, aku cinta pada MU melebihi apapun yang hidup dan ada di dunia ini”.
Dibalik mendung akan ada cahaya dan pelangi yang mewarnai hidup kita, sebagai tanda dibalik kesulitan aka nada kebahagiaan yang menyinari hidup kita bahkan terus memancar dan berwarna warni seperti pelangi, begitu indahnya balasan dari NYA.

Jika kita berbicara tentang nafsu, sungguh tidak ada habisnya, akan selalu ada saja keinginan dan kemauannya, menggerogoti hati dan pikiran untuk mewujudkannya, namun saat semua tercapai akan terasa hampa dan tiada artinya.
Banyak hal baik itu keinginan, kemauan, perbuatan atau perkataan yang iddasari oleh nafsu sesaat akan membawa kerugian tersendiri bagi pelakunya. Banyak contoh yang sudah terjadi, saat kita ingin membeli barang, padahal kita sudah punya dan belum rusak namun karena nafsu ingin memiliki barang yg lebih bagus dan lebih canggih maka nafsu tersebut membuat resah hati dan pikiran untuk mewujudkannya dan setelah terlaksana bukannya bahagia malah kehampaan yg didapat beserta kerugian-kerugiannya yang mengikuti setiap langkah hidup kita, atau saat kita bicara dalam keadaan marah karena nafsu maka semua akan menjadi tidak logis dan semua terlihat salah, setelah sadar semuanya sudah terlambat.
Betapa nafsu sudah merasuk dalam setiap kehidupan kita, menjadi momok pengendali bagi menentukan pilihan, hingga hati dan pikiran menjadi silau dan salah jalan. Bahkan dengan puasa pun nafsu masih bisa merangsek keluar jika iman tidak kuat, begitu kuatnya nafsu sehingga bisa dikatakan kita berperang melawannya.
Nafsu, jika kita bisa mengikatnya untuk selamanya dalam jurang yg gelap, mungkin akan ada sebuah kedamaian dan kebahagiaan selalu dalam hidup kita, tentunya nafsu disini adalah nafsu yang menyesatkan dan membawa kepada keburukkan, namun kita diharuskan memeranginya dengan cara kita sendiri agar diri ini tidak diperbudak terlalu jauh.
Selalu ada jalan jika ada usaha dan akan selalu ada pencerahan jika kita percaya kepada Tuhan, semua yang diciptakan NYA selalu ada maksudnya, begitu pun dengan nafsu, diciptakan sebagai cobaan bagi umat manusia, untuk memperkuat iman dan keteguhan pada setiap kebaikan.
Terus berusaha melakukan terbaik dan menjauhi setiap nafsu yang mungkin merusaknya sebisa mungkin, jikapun kita terperangkap, jangan pernah menyerah apalagi terlena namun segeralah bangkit dan sadar untuk kembali kepada kebaikan NYA, biarkan diri terbuka dengan cahaya terang dari NYA, biarkan setiap cahaya NYA menerangi setiap inchi relung hati kita yang gelap dan bersinarlah terus dengan terang.

Kata orang bumi sudah tua, ibarat manusia orang yang sudah tua setidaknya staminanya tidak sekuat dulu bahkan ringkih terserang penyakit, begitu pula bumi yang kita cintai ini, terbukti dengan semakin banyaknya bencana.
Menurut saya, bumi yang sudah tua ini mirip dengan istilah tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi. Semakin glamornya isi dunia, semakin bertambahnya teknologi, semakin ajibnya penghuninya dan semakin gila nya pengikutnya, padahal bumi jika di perwujudkan mungkin seperti nenek keriput yang di beri make up dan perhiasan bagus, hingga membuat orang yang melihat wajahnya menjadi silau sesaat dan khilaf melihat wajahnya.
Sekedar memberi pendapat, dengan semakin banyaknya bencana yang terjadi di bumi kita tercinta ini, maka seharusnya kita sebagi manusia yang kadang khilaf dan kadang sadar ini menjadi lebih terbuka bahwa mungkin saja itu adalah teguran atau peringatan kepada kita, karena dengan semakin bertambahnya perhiasan dunia maka semakin silau kita dibuatnya.
Banyak dampak negatif yang dirasakan ketimbang sisi positifnya, kita sekarang dituntut lebih pintar dan cerdas dalam bertindak dan berpikir agar bisa menetralisir dampak-dampak negatif yang menerpa setidaknya bisa menangkalnya kemudian memperkuat pilar Iman agar kuat berpijak dan tidak terbang terlalu tinggi dalam silaunya perhiasan dunia.
Saat bencana alam terjadi disana sini, bencana kemanusiaan pun tidak kalah banyaknya, terjadi perang, kemiskinan, penurunan moral dan banyak lagi bencana lain, perlu kita renungkan dan ambil tindakan, setidaknya pelajaran itu gunakan untuk memperbaiki diri sendiri dulu bahwa kita sudah makin mendekati masa pembodohan (jahilliyah) yang semakin membuat perjalan hidup kita menjadi semkain berat.
Lebih susah lagi bencana dalam bentuk agama, dengan semakin maraknya perkelahian antar sesame dan menjamurnya aliran-aliran lain yang cenderung menyesatkan, bahaya nya lagi kita sudah susah menemukan pemimpin agama yang amanah, bijaksana dan baik, bagai layangan putus, terombang ambing oleh angin kesana kemari.
Mengapa begitu susah menemukan kedamaian di atas dunia ini, mengapa dengan semakin tuanya umur bumi tidaklah membuat orang-orang yang tinggal didalamnya menjadi lebih dewasa dan bijaksana namun malah menjadi lebih hancur.
Saat ini saya hanya bisa bertanya dalam hati dan merenung, syukur-syukur bisa mengambil pelajaran dan menjadi sedikit lebih baik, karena bagaimanpun sebelum memperbaiki permasalahan yang global alangkah lebih baiknya jika dimulai dari diri sendiri dahulu.
Semua pertanda dan peringatan sudah ditampakkan, ada yang menyadarinya namun ada pula yang mengindahkannya, semoga kita semua termasuk yang mawas diri dan diberikan hidayah selalu oleh Tuhan. Pertajam mata hati dan batin, perkuat Iman dan hati, jaga agamamu masing-masing dan yang terpenting saat semua usaha dan doa telah dilakukan serahkan dan percayakan semua pada Tuhan, kita berharap semoga semua menjadi indah bagi kita.

Setiap hari kita disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dengan harapan mendapatkan imbalan berupa materi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun kadang diri ini lupa, saat kebutuhan sudah bukan lagi sekedar kebutuhan namun disusupi dengan nafsu maka bukan lagi menjadi suatu kebaikan namun menjadi suatu keserakahan.
Menumpuk harta dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya, beli ini dan itu, bisnis ini dan itu, semua dilakukan karena takut akan kehabisan harta dan menjadi miskin. Segala cara dilakukan dan diperbuat, segalanya menjadi halal saat nafsu meraja diatas segalanya.
Begitu juga diri saya pribadi, mengejar harta dan mencari harta demi mengikuti nasu keduniaan, seakan lupa bahwa kelak saat dipanggil oleh NYA semua itu tiada guna lagi, hati ini sangat berat untuk menyisihkan sedikit uang untuk saudara-saudara kita yang memerlukan, padahal 2,5 % penghasilan kita adalah hak mereka.
Saat harta menggelayuti hati, pikiran dan berdampak kepada perbuatan, nafsu menjadi pengatur segalanya, membuat lupa, membuat hati menjadi kotor dan pikiran terganggu. Terus dan terus bekerja, terus dan terus mengumpulkan harta, terus dan terus tak berkesudahan karena nafsu tidak akan pernah bisa puas.
Tuhan, bagaimana agar rasa cintaku kepada MU tidak gelayuti dengan harta, haruskah kucuci hatiku, haruskah kutinggalkan pikiranku dan haruskah panca inderaku menjadi tak berfungsi agar tidak terkotori dalam mengejar harta yang berlebihan, namun hamba yakin dengan terus menjaga dan memperkuat rasa cinta ini kepada MU akan membuat Iman hamba sedikit lebih kuat dan dengan segala pertolongan dan hidayah MU hidup ini akan menjadi lebih indah.
Tuhan, hamba tidak munafik jika butuh harta demi memenuhi kebutuhan hidup, namun jangan sampai hamba menjadi berlebihan dalam mencarinya, buatlah semua hanya cukup dan memang pantas untuk hamba terima, karena hamba tidak mampu mempertahankan iman jika harta terus menggelayuti dalam setiap langkah kehidupan.
Biarkan semua seimbang sehingga keharmonisan dalam kehidupan akan selalu terjada dan menjadi indah. Tuhan, sungguh tidak akan sanggup diri ini mewujudkannya jika tanpa bantuan MU, restuilah usaha dan doa hamba MU ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.