Saat masih dikandungan bunda, aku menunggu untuk lahir ke dunia dan saat sudah di dunia aku menjalani kehidupan dunia kemudian hingga tiba saatnya aku bersiap diri untuk kembali kepada NYA. Sekedar berbagi tentang 3 kata ini, menunggu, menjalani dan bersiap diri, sepertinya untuk saat ini 3 kata ini cukup berarti untuk saya renungkan, semoga apa yang akan saya utarakan dapat berkenan dan mungkin ada gunanya sebagai bahan renungan dan mungkin sebagai bahan diskusi kita.
Saat pertama kali melihat indahnya cahaya matahari yang merasuk kedalam tubuh dan menyinari setiap rongga mekanisme dalam tubuh, saat itulah roh dan tubuh resmi menginjakkan kakinya dibumi, kurang lebih 9 bulan menunggu dalam penantian pun berakhir, Tuhan yang maha adil memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan, kehidupan yang indah dan susah, penuh tangis dan tawa akan mengiringi kehidupanku kelak kedepan hingga suatu saat aku harus bersiap diri untuk kembali kepada kekekalan NYA.
Sebenarnya 3 kata ini sering kita lihat terjadi dalam kehiduapn kita didunia, contohnya saat mencari kerja, kita menunggu dipanggil dan ikut test kemudian saat diterima kita menjalani pekerjaan kita hingga kemudian bersiap diri untuk pindah kerja atau di PHK atau saat kita akan membentuk mahligai pernikahan, kita menunggu jodoh kemudian menjalani prosesnya hingga mempersiapkan diri untuk menuju jenjang pernikahan.
Sinar mentari dan cahaya rembulan sudah sering kita lihat, betapa indah nya. Semua sudah diatur dengan sangat manis dan indah oleh Tuhan, betapa tidak, kita diberikan kesempatan untuk menunggu, menjalani dan bersiap diri sedangkan banyak “di luar” sana orang-orang yang rela melakukan apa saja untuk menggantikan posisi kita, alangkah lebih indahnya jika kita melakukan semuanya dengan benar dan baik.
Pelangi yang multi warna menyembul dengan sangat indah dikala sang hujan berhenti menangis, memberikan perasaan damai dan indah, seindah ketentuan Tuhan yang selalu adil dan bijaksana. Saat ini aku masih menunggu, berusaha menjalani dan mencoba bersiap diri dengan baik, namun akan butuh banyak waktu dan perjuangan, semuanya tidak akan semudah yang terlihat oleh mata, namun memerlukan rasa ikhlas dan keimanan yang kuat.
Merangkai setiap kata dengan sangat indah sungguhlah membutuhkan penjiwaan hati yang sangat dalam, merangkai kata maaf kadang membuat rasa kelu di lidah untuk mengucapkannya, menjalin silaturahmi seberat membawa beban di kaki dan mata namun setidaknya dengan saling berbagu tanpa memaksakan kehendak dan tanpa melibatkan emosi dan penyakit hati, hidup kita yang berwarna ini akan diselimuti oleh cahay putih yang akan terus berpendar dalam kegelapan.
Salam pagi, salam senyum dan salam bahagia untuk semua.
