Kala sang matahari mulai meredupkan sinarnya pertanda dewi bulan akan segera datang untuk menggantikan tugasnya menyinari bumi, lembayung senja pun mulai nampak memberi indah pada gradasi langit menambah kesejukkan dan kedamaian.
Duduk termenung menatap langit sambil menunggu panggilan NYA untuk beribadah, tiba-tiba terbersit rasa ingin mengurai dan mengungkapkan perasaanku pada saat senja telah tiba, bahwa terjadi rasa penyesalan dan sebagai evaluasi diri tentang apa yang telah dikerjakan dalam satu hari ini tadi, tanpa terasa air mata ini jatuh dan kepala yang sombong ini pun tertunduk malu.
Sejak pagi hari hingga siang hari, aku beraktifitas menjalani kehidupan, kehidupan yang sebenarnya penuh kemubaziran, karena aku merasa di sela aktifitasku hanya sedikit bahkan hamper tidak pernah aku meluangkan waktu untuk Tuhan, sungguh aku malu kepada Tuhan, DIA sang maha segalanya dapat mengatur seluruh isi jagad raya dengan sangat seimbang dan adil, namun aku sebagai mahluk NYA, menyempatkan diri saja untuk beribadah kepada NYA sungguh berat.
Bekerja dan terus bekerja, melupakan kewajiban dengan alasan profesionalisme dalam bekerja, berbicara berlebihan dan tak berbobot, berpikir yang jelek, memiliki hati yang rusak, memiliki sifat dan kelakuan yang plin plan, sungguh betapa mubazir nya yang telah kulakukan seharian tadi, entah berapa dosa yang kubuat dan entah berapa khilaf yang telah terbuat.
Sesungguhnya manusia dalam keadaan menyesal di saat waktu ashar telah berakhir, aku sungguh merasakannya, betapa banyak kesia-siaan yang kulakukan dan kemubaziran yang kuperbuat. Dan di waktu senja ini aku mengevaluasi diri, berharap di separuh sisa hari ini akan ada kebaikan yang kulakukan.
Malam mulai menyelimuti bumi, lembayung senja pun berganti, rembulan pun bersinar memberikan senyumnya kepada bumi. Semoga kebahagiaan dan mimpi indah akan menghiasi hidupku dimalam ini.
