Jodoh, sering menjadi suatu kata yang keramat saat sesuatu yang berhubungan dengan nasib terjadi pada diri kita. Dalam percintaan, dalam mendapat pekerjaan, dalam mencari rejeki, dalam mencari teman, dan banyak lagi, kebanyakan semua berkaitan dengan jodoh.
Namun saat hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang kita inginkan, apa mau dikata karena bukan jodohnya. Jodoh sering diidentikan dengan pasangan hidup dalam mencari cinta sejati, padahal menurut saya setiap hari kita berkutat dengan jodoh-jodohan dalam setiap hal.
Jodoh dapat membawa kebahagiaan, kesedihan bahkan bisa membawa kedua-duanya sekaligus dalam satu peristiwa, mari kita kupas sedikit contoh-contoh jodoh dalam kehidupan kita, mungkin ada yang pernah mengalami namun ini adalah pengalam pribadi penulis sendiri.
Kita dilahirkan di dunia bukanlah untuk hidup sendiri-sendiri, kita harus selalu bersosialisasi dan berkomunikasi untuk menambah ilmu dan pengetahuan diri agar lebih berkembang, oleh karena itu kadang kita perlu teman dan juga sahabat, disini jodoh berperan penting, kita bisa punya teman siapa saja, namun sahabat hanyalah sedikit dan tergantung jodohnya, karena sahabat seperti saudara sendiri yang selalu ada dalam keadaan suka maupun duka, walau kelak akan terpisah jauh namun akan tetap terhubung melalui hati dan pikiran, oleh karena itu jodoh sangat berperan disini.
Kemudian saat kita mencari kerja atau hendak naik jabatan, juga diperlukan peran jodoh, bagaimanapun cara yang kita lakukan, sekuat apapun usaha, setebal apapun tekadnya jika tidak berjodoh untuk bekerja ditempat itu atau naik jabatan maka tidak akan bisa.
Setiap orang ada jodohnya masing-masing, entah itu jodoh berupa pasangan, anak, pekerjaan, naik jabatan, persahabatan, pertemuan dan perpisahan, semua hanya perlu dijalani dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun, karena Tuhan telah mengatur jodoh umat NYA masing-masing, tak perlu pusing dan takut walau sebagai manusia kadang terjadi pergolakan dalam batin mengenai perjodohan ini, itu dikarenakan kita selalu melihat dari perspektif orang lain bukanlah melihat dari diri kita sendiri, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, setiap orang memeliki keahlian spesialnya masing-masing, susah bagi kita jika selalu melihat dari orang lain.
Yakin dan percayalah pada dirimu, Tuhan sudah mengatur semua untukmu, jalani dan lakukan apa yang menurut kamu terbaik yang bisa kamu lakukan, walau berat dan sakit menghadang, teruslah maju dengan tetap berpegang pada Tuhan maka Tuhan pun pasti akan menuntun jalan terangnya.
Latihlah terus kesabaranmu, buat batas tepi kesabaranmu menjadi tidak terhingga, ikhlas dan kuatkan dirimu buat dirimu menjadi besar sebesar gunung yang tidak akan goyah saat tertiup angin kencang, hingga akhirnya kamu sadar jika dirimu sungguhlah sangat berharga dan berguna, hidupmu sungguh indah dan semua karena Tuhan.
Kemudian saat apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan, kita bisa mengatakan “ kalau bukan jodoh, apa mau dikata”, karena ingatlah Tuhan punya cara NYA sendiri, yang pasti itu lebih indah dari yang kita kira di akhirnya.
