Latest Entries »

Mengapa berbagi itu sangat susah, bukankah barang yang ada pada kita hanya titipan NYA, namun mengapa seakan kita merasa memiliki apa yang dititipkan pada kita itu, hingga susah untuk membaginya, padahal mungkin saja sebagian dari harta atau rejeki kita itu adalah hak orang lain.
Setiap hari kita bertemu dengan orang-orang yang lebih kurang beruntung daripada kita, baik secara materi ataupun juga fisik, berkat seringnya bertemu membuat kita menjadi sedikit kebal dan kurang prihatin, karena ada juga orang yang berpura-pura kekurangan karena malas bekerja hingga membuat yg sebetulnya butuh bantuan dan memang kekurangan jadi ikut terkena imbasnya.
Berbagi memang susah, apalagi jika berbagi dalam bentuk materil, begitupun saya, yang selalu takut akan jatuh miskin atau duit habis, namun saat berbelanja atau berhibur diri, mengeluarkan uang dengan sangat ikhlas bahkan bahagia.
Paling susah berbagi jika orang itu adalah manusia yang kita benci, perasaan tidak rela, perasaan benci dan dendam dan tidak ikhlas menggelayut dihati, padahal orang itu sangat butuh bantuan kita. Itulah mengapa penyakit hati tidaklah boleh dipelihara terlalu lama karena akan menjadi karat dihati kita yang akan memberatkan langkah kita dalam berbuat kebaikan.
Berbagi tidaklah harus selalu dengan pemberian materi dan sumbangan tenaga, bisa dengan berbagi senyum ikhlas kepada orang lain, baik itu orang terkasih walaupun orang yang dibenci, tersenyum dengan kadar wajar dan memang sebagai bentuk keramahan, kesopanan dan kebaikan, atau bisa juga berbagi dalam menghadapi masalah, berbagi untuk membantu mendengarkan keluhan dan masalah orang lain, mencari pemecahan bersama dan selalu ada setiap saat baik disaat suka dan duka.
Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbagi dan tidak ada kata susah lagi jika semua didasari dengan keikhlasan dan mencari ridho Tuhan, tidak aka nada kesusahan, kekurangan, kesedihan dan penyesalan. Kebahagiaan, persaudaraan, kebaikan dan keikhlasan akan tumbuh subur membentuk masyarakat yang indah.

Seberapa sering kita mendengar perkataan orang lain, baik itu hinaan, pujian, cacian, masukkan atau apapun, dibandingkan dengan apa yang hati kita sendiri katakan. Sayangnya kebanyakan perkataan orang lain yang kita dengar justru cenderung menjatuhkan kita dibandingkan dengan menyemangati kita, jadi untuk apa didengar jika memang dampaknya buruk bagi kita.
Jika kita berbicara hati, mungkin dia akan protes karena lelah disakiti. Dari sejak kecil hingga sekarang sudah dewasa, berapa banyak hinaan dan cacian dari orang lain juga bahkan fitnah dari orang lain, yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan atau dengan apa yang telah kita capai. Seringnya kita menjadi sakit hati dan sedih, seakan ini merupakan suatu cobaan yang berat dari Tuhan dan ingin segera mengakhirinya.
Dalam setiap hinaan, cacian, makian, fitnah dan keburukkan yang kita dengar, jangalah membuat kita menjadi terpuruk dan jatuh kedalam lembah kenistaan, terlepas dari benar atau tidak apa yang mereka ucapkan, janganlah semua itu menjadi hambatan bagi kita, terulah maju, rubahlah segala yang jelek itu menjadi sebuah kebaikan dan jangan kau jadikan itu menjadi dendam karena akan menjadi api yang akan membakar dirimu kelak.
Jangan didengar jika berdampak buruk bagimu, namun ambil itu sebagai pelajaran, sebagai acuan untuk merubah hal jelek dalam diri kita, sebagai penguat iman dan sebagai pelatih kesabaran. Tidak akan mati karena cacian dari orang lain jika kita memiliki pondasi iman yang kuat, ingat hanya Tuhan sajalah yang berhak menghakimi umat NYA.
Usahlah kita bersakit diri, berpusing diri, mengeluh dan sakit hati atas ucapan orang lain yang berdampak buruk bagi diri, lebih baik kita mendengar itu sebagai pujian bahwa kita harus menjadi lebih baik lagi.
Mari kita sambut pagi ini dengan kebahagiaan, keikhlasan, senyum dan kebaikan hati.

Tuhan, hamba rindu pada MU, dalam sendiri sering kuingat akan diri MU, saat ku sedih sering ku meminta pada Mu, dalam sakit sering ku memohon pada MU, dalam bencana sering ku menyebut nama MU. Tapi Tuhan, disaat bahagiaku seringku lupa akan MU, disaat ku jaya sering ku sombong pada MU, disaat ramai kulupa menyebut nama Mu.
Tuhan, hamba memang mahluk yang penuh dengan lupa namun juga mahluk yang serakah, selalu minta yang terbaik dari MU namun tidak pernah berbuat yang terbaik untuk MU. Dan saat kuingat apa yang telah KAU berikan padaku, sungguh hamba tidak dapat berkata-kata, karena terlalu banyak Tuhan.
Tuhan, janganlah kau jadikan cinta yang selalu kuucapkan di bibir hanya sekedar picisan belaka, karena ku ingin mencintai KAU sepenuhnya dengan caraku. Anadi kau minta apapun dalam diriku, walau berat pasti akan kulakukan, walaupun akan terjadi pertengkaran hebat dalam diri ini karena kurang ikhlasnya diri ini, namun demi cintaku pada MU akan kulakukan.
Tuhan, dalam sepiku melihat MU, bersinar terang dalam hidupku, tak pernah ada kegelapan lagi saat semuanya KAU sinari, seluruh relung hati dan pikiran menjadi cerah, seakan dunia ini memang tidak ada artinya dibandingkan KAU Tuhan.
Tuhan, cinta apakah ini, betulkah rasa ini Tuhan, apakah betul caraku dalam mencitai Mu Tuhan. Tuhan tuntunlah aku selalu untuk mencapai akhir yang kau janjikan, jangan pernah biarkan diri ini terjerumus dalam kegelapan yang pekat.
Tuhan, hati ini sungguh sakit, air mata ini pun sudah kering, menahan rasa rindu yang tiada tara pada MU, apapun yang terjadi didunia tidak lagi kuperdulikan, semua kujalani sesuai dengan ketentuan dan kadar kemampuanku .
Tuhan, biarlah dalam sepi ini, aku melihat MU, menyapa Mu dan beribadah pada Mu sebagai mahluk ciptaan MU. Sungguh dalam hati, pikiran dan ucapan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain engkau.

Sering kita mendengar orang lain mengatakan petuah bahwa “jangan melihat keatas jika tidak ingin tersandung”, diperwayangan pun hal in digambarkan dengan penokohan sengkuni, dimana setahu saya sengkuni adalah pribadi yang sombong, suka menghasut, jahat dan selalu iri dengan orang lain, sengkuni pun selalu melihat keatas hingga sering tersandung jika berjalan.
Namun pernahkah kita belajar akan hal ini, seberapa sering kita memperhatikan orang diatas kita, selalu ingin menjadi mereka, orang-orang yang terlihat sukses dari luarnya, dengan harta dan jabatan yang sudah sangat mapan, belum lagi kepopulerannya yang membuat iri.
Namun sadarkah kita, bahwa mereka juga meraihnya tidak secara instan namun dengan perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalik telapak tangan, kadang juga jatuh bangun dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Cobalah kita melihat kebawah kita, banyak yang jauh kurang beruntung dari kita, berapa banyak pengangguran padahal mereka mengantongi gelar S1, berapa banyak yang menjadi pengemis dan pengamen karena merak tidak memiliki ketrampilan lain, berapa banyak anak muda yang menjadi pelayan direstoran padahal mungkin mereka punya kesempatan lebih, berapa banyak anak yang putus sekolah dan merelakan masa mudanya untuk mencari sesuap nasi.
Tidakkah hati kita sedih dan bersyukur atas apa yang telah kita terima, disaat kita masih bisa makan 3 kali sehari dan masih bisa tidur dengan nyenyak, disaat kita bisa bekerja diruangan yang enak sedangkan diluar sana banyak yang berpanasan dan berlarian dalam mengejar rejekinya.
Banyak hal-hal kecil dalam hidup kita yang terlupakan untuk disyukuri bahkan kadang kita keluhkan, itu dikarenakan kita selalu melihat keatas tanpa pernah melihat kebawah hingga sering tersandung dan membuat kita mengeluh dan mengumpat karena sakitnya tersandung.
Sadarlah bahwa Tuhan memberikan semuanya sesuai dengan porsinya masing-masing, apapun yang ada didunia ini akan selalu seimbang jika kita pandai bersyukur dan selalu menerima ketentuan Tuhan. Janganlah pernah takut, jika selama yang kita jalani benar, pasti akan selalu indah pada akhirnya.
Biarkanlah orang lain, mungkin itu adalah rejekinya, walau mungkin cara untuk mendapatkannya adalah dengan cara yang tidak halal, namun apa perduli kita karena hanya Tuhan yang dapat membalas dan menghakiminya.
Mari kita biasakan, dipagi hari kita saat bangun tidur mengucapkan “ TUHAN, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, terima kasih banyak atas kesempatan yang kau berikan pagi ini padaku untuk dapat menghirup segarnya udara pagi dan indahnya matahri terbit, TUHAN..aku bersyukur atas segala nikmatmu, akan kujalani hari ini dan seterusnya dengan lebih ikhlas hanya karena MU” .

DAMAI ITU LANGKA

Mencoba untuk mencari kedamaian, damai yang indah, mengapa harus selalu kita berkelahi, apakah dengannya akan tercapai kebahagaiaan, disaat kau menang namun semuanya hancur.
Di televisi, surat kabar dan kehidupan sehari-hari, pertengakaran dan perkelahian sudah menjadi hal yang biasa, berawal dari masalah kecil, berawal dari keserakahan, berawal dari kesalahpahaman dan berawal dari kebodohan. Sudah cukup kita disuguhi pemandangan dan berita yang menyajikan pertengkaran, apakah damai itu sudah langka?
Kita adalah saudara, tapi kenapa sesama manusia harus ada rasa benci hanya dikarenakan nafsu, hilangkah rasa cinta itu, lupakah kita akan kebahagiaan bersama, lalu bagaimana dengan janji kita kepada Tuhan sebagai pemimpin di dunia.
Sebelumnya mari kita lihat ke dalam diri kita sendiri, apakah dalam diri kita sudah ada kedamaian atau kita masih saja tetap bertengkar. Sering dalam mengambil keputusan kita bertengkar dalam diri ini, antara nafsu dan iman berkelahi untuk mencari yang terbaik, kadang kita tahu kalo yang kita jalani itu salah namun kita masih juga menjalaninya, kadang kita menyimpan sakit hati dan penyakit hati atas segala kejadian yang menimpa diri, cobalah berdamai dengan diri sendiri, cobalah untuk melibatkan Tuhan dalam hidupmu, takutlah akan DIA, bahwa DIA memang ada dan setiap perbuatan akan mendapat balasa dari NYA.
Untuk apa terlihat kuat namun menindas orang lain, untuk apa menguasai dunia namun membuat sakit hati orang lain, untuk apa mempertahankan kekuasaan namun sudah tidak bisa memimpin lagi, untuk apa terus berkelahi dan berebut isi dunia hanya demi keserakahan.
Akankah hidup itu untuk selamanya, akankah semua itu kau bawa kelak di dalam liang kuburmu, akankah semua itu bisa membantumu saat hari pembalasan, lupakah kita pada NYA, semua DIA berikan sebagai cobaan bagi umatNYA, cobalah berdamai pada dirimu sendiri.
Maafkan atas kesalahanku selama ini, baik itu perkataan maupun perbuatanku yang tersengaja atau tidak kusadari, mari kita jaga kedamaian dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, semoga dari hal kecil akan menjadi besar dan dunia ini akan menjadi damai dan bahagia.
Ingat waktu tidak bisa diputar lagi namun kita masih bisa memperbaikinya, setidaknya sebelum nafas terakhir terhembus, kita bisa menjaga setiap perilaku kita, mengelah demi kebaikan, menjauhi perkelahian agar damai bisa tercipta. Janganlah takut dan malu, jika memang harus mengalah, karena jika berkelahi apakah tidak ada bedanya kita dengan binatang. Tersenyumlah dan terus kejar setiap harapanmu. Wahai saudara dan saudariku, maafkanlah segala kesalahanku, kelak akan selalu kukenang kebahagiaan dan kedamaian kita saat bersama, mari kita jaga damai itu.

Makanan menjadi salah satu hal yang paling penting dalam menyokong kehidupan manusia di muka bumi ini, tentunya oksigen yang kita hirup juga jauh lebih penting untuk bernafas. Sampai ada kata-kata kita hidup untuk makan, karena mencari uang untuk makan kalo toh ada lebihnya cuman sebagai pelengkap namun yang pertama pasti untuk makanan.
Di dunia yang semakin tua ini, makanan menjadi hal yang susah dan mahal, entah apa yang terjadi, apakah karena tingkat kemisikinan yang tinggi, ekonomi yang tak menentu, atau semakin langkanya bahan makanan, banyak faktor yang menjadi penyebabnya namun saat ini saya belum berkompeten untuk mengomentari hal ini.
Sering kita lihat di televisi, orang-orang yang kekurangan memakan nasi sisa yang dikeringkan dan kemudian dimasak kembali atau biasa disebut nasi aking, apa yang saat itu terbersit dalam pikiran kita, sedih, kasihan, menangis atau malah kebal dengan hal itu hingga tidak merasa iba sama sekali.
Disaat kita bisa makan nasi yang masih bagus bahkan saat nasi itu bau sedikit saja atau tidak habis kita makan dengan mudahnya kita buang, namun tidak dengan mereka, mereka menganggap nasi itu sebagai harta mereka. Apa yang terjadi, apa yg sedang berlaku, mengapa semua bisa terjadi dan apakah harus terjadi.
Jujur, saya sendiri pun kadang pernah membuang nasi karena keserakahan saya yang mengambil porsi nasi yang berlebih, saat itu pun saya tidak ada rasa menyesal karena saya menganggap saya mampu membelinya, namun pernahkah terpikir jika suatu saat Tuhan menghendaki dan aku menjadi orang yang jangankan membeli nasi bahkan untuk makan sehari tiga kali pun tidak mampu.
Seberapa sering kita memikirkan dan menyadari hal yang mungkin bagi kita kecil namun bagi orang lain sangat berarti. Sepiring nasi aking jauh lebih berharga daripada sepiring keserakahan dan ketidakbersyukuran terhadap nikmat NYA.
Sudahkah kita bersyukur dan seberapa sering kita bersyukur terhadap segala nikmat NYA, jangan melihat dari yang besar namun cobalah melihat dari yang kecil terlebih dahulu, jangan melihat keatas kita namun cobalah melihat kebawah kita banyak yang jauh lebih menderita dari kita, jangan kau menganggap dengan segala musibah dan kejadian yang menimpa dirimu, kamu menjadi orang yang paling menderita dan tersiksa, dibawah kita masih banyak yang mengalami penderitaan yang jauh lebih sakit.
Cobalah kita belajar dari mereka yang kurang agar kita menjadi lebih dalam bersyukur, saling membantu dan jangan biarkan hatimu mati dalam membantu orang lain dan merasakan kesedihan orang lain, kita manusia wajib saling menyayangi dan mencintai.
Setiap manusia bebas dalam berbahagia dan menentukan masa depannya, tidak ada status dan jabatan, semua sama dihadapan NYA, semulia dan seagung apapun kau di dunia namun ingatlah bahwa semua itu adalah fatamorgana, saat kita kembali pada NYA kelak apakah itu akan bisa membantu, janganlah bersikap seakan kita akan hidup selamanya. Saat akhir nanti hanya DIA lah yang akan kekal, kita sebagai manusia akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita.
Tuhan, jadikanlah aku dan seluruh saudaraku menjadi pribadi yang bersyukur atas segala nikmat MU, jadikanlah kami pribadi yang baik dan kuat memegang teguh cinta kami pada MU, peliharalah rasa cinta kami yang tulus ini, jauhkan kami dari segala kejahatan yang memasung hati dan pikiran kami, TUHAN aku cinta KAMU melebihi apapun di dunia ini, kuserahkan seluruh hidupku kepada MU dan sekali lagi kukatakan TUHAN aku cinta KAMU.

BEKERJA UNTUK BAHAGIAMU DAN BAHAGIAMU UNTUK BEKERJA

Tidak terasa sudah 2 bulan lebih aku bekerja ditempat baru, daerah yang teduh dan dikelilingi hutan juga sungai sudah menemaniku selama ini. Banyak kejadian dan pengalaman yang terjadi, akan sedikit saya ceritakan di tulisan ini.
Datang dari Jorong menuju Buntok untuk mencari penghasilan dan pengalaman yang lebih, dengan bahagia kulangkahkan kakiku menuju tempat kerjaku yang baru, perjalanan 1 hari 1 malam pun ditempuh. Setiba disana, seperti biasa dikenalkan dengan teman-teman disana, beragam orang dan beragam sifat.
Setiap pagi aku bangun dengan melihat ke jendela dikamar, melihat sungai yang luas dan suara binatang pagi yang berkicau, indah sekali dan damai, bersyukur karena masih diberi kesempatan melihat pagi. Bekerja pun dimulai, tidak banyak yang bisa dilakukan selama beberapa minggu, hanya pengenalan saja.
Dua minggu disana, mulai banyak terlihat konflik dan masalah, dimulai dari resign nya temanku hingga atasanku pun ikut menyusul, dilanjutkan dengan manager yang berkelakuan aneh karena masa pubernya yang entah sudah keberapa kali, dilanjutkan dengan banyak lagi masalah lainnya. Tawa, sedih, bahagia, duka, keluhan, marah hati dan kekesalan menyatu dan menggelayut, setiap hari selalu mencari jalan keluar dari kehampaan ini.
Matahari dipagi hari dan sinar rembulan di malam hari tidak bisa menyinari diri, kutenangkan diri dan melalui proses demi proses, mencari jalan keluar dan meluruskan setiap benang yang kusut. Kucari bahagiaku dalam bekerja, berusaha terus bertahan dan mencari jalan keluar yang terbaik dari setiap masalah yang terjadi.
Belum tuntas masalah di tempat kerja, keluarga besar di Jorong ikut menyumbangkan masalahnya pula, bertambahlah tingkat stress yang kuhadapi, beberapa minggu aku terpuruk dan menjadi hampa, tubuhku ikut berontak dan menjadi sakit.
Tuhan memang maha adil, dalam setiap masalah selalu ada jalan keluar asalkan kita mau berusaha dan percaya, hingga akhirnya semua pun terbuka dan tertata dengan sangat rapi, semua yang terjadi ada hikmah dan kegunaannya, senyum bahagia dan pantang menyerah pun kembali ikhlas ku tampilkan. Sedikit demi sedikit kubangkit, proses demi proses kujalani dengan sabar dan ikhlas, hingga benang kusut itu pun menjadi lurus, walau akan selalu ada konsekuensi dibalik setiap keputusan namun tanggung jawab lah terhadapnya.
Banyak kita menemui masalah yang terjadi dalam bekerja dan berkeluarga, sering dalam mengambil keputusan dan bertindak kita disibukkan dengan ketakutan, ketakutan yang mungkin tidak beralasan, berpikir hasil akhir yang belum tentu seperti itu hasilnya, lemah dan menyerah, mengeluh dan marah, juga banyak lagi lainnya.
Aku banyak belajar, tentang arti sebuah kebahagiaan bagi diri sendiri, karena jika diri sudah bahagia maka akan memberikan banyak manfaat bagi sekitar dan memancarkan energi positif yang membangun. Jangan bertindak kuat jika ternyata tidak, sesuaikan dengan kemampuan namun terus berusaha dan yang terpenting apakah kamu bahagia dalam menjalaninya, percuma memiliki segalanya, memiliki harta, memiliki jabatan namun hatimu tidak bahagia.
Menjadi pribadi yang mengeluh dan mengeluh terus menerus dalam kehidupan tanpa berbuat sesuatu merupakan pribadi yang kuranglah baik, mengeluhlah sesaat namun bangkitlah setelahnya dan jangan terpuruk terlalu lama. Bekerjalah untuk bahagiamu dan bahagiamu untuk bekerja bagi Tuhan, temukan setiap ketenangan dibalik kebahagiaanmu dan keikhlasanmu.
Bagi siapapun yang memiliki banyak masalah dalam hidupnya, cobalah melihat kedalam dirimu sendiri, apakah kau bahagia dengan setiap kejadian dan keputusan yang kau ambil, keluarkan setiap energi negatif dalam dirimu, buatlah dirimu nyaman, apa gunanya bahagia diluar namun didalamnya rusak. Teruslah maju, berdoa dan usaha juga sabar dalam menghadapi setiap proses demi proses. Percayalah Tuhan tidak akan menutup mata NYA, DIA akan selalu ada disaat orang lain menertawakanmu dan menghinamu, teruslah cintai DIA maka DIA pun akan mencintaimu.

Beberapa hari ini aku banyak sekali berpikir mengenai banyak kejadian yang menimpa diri ini, apakah yang harus kulakukan dan keputusan apa yang harus kuambil, setiap detik dalam hidupku sungguh sangat berarti, ingin semuanya tersaji secara instan tanpa adanya proses. Dalam benak ini selalu saja bertengkar hebat, jika aku melangkah kesini apa yang akan terjadi, jika aku mengambil keputusan ini bagaimana dengan kedepannya dan banyak lagi.
Semuanya terfokus dengan akan seperti di masa depan kelak atau akan menjadi apa di masa depan kelak. Hal itu menyebabkan ketakutan dan kegalauan pada diri ini, jika kejadian yang terjadi pada masa ini tidak sesuai dengan keinginan bagaimana dengan kedepannya, contohnya jika perusahaan akan tutup tentunya karyawannya akan di PHK, sebagian masih bingung menentukan akan kemana, mungkin faktor usia, lelah mencari pekerjaan baru menyebabkan kegalauan dalam menentukan rencana ke depan, atau seseorang yang mengambil keputusan untuk mengundurkan diri karena tidak cocok dengan pekerjaan baru nya namun belum memiliki pekerjaan baru, atau satu contoh lagi saat kita dikejar usia yang terus bertambah namun belum menginjak pelaminan.
Padahal kita sudah berusaha bukan hanya berdiam diri, namun ketakutan itu selalu ada dikarenakan akan menjadi omongan orang atau karena kita selalu melihat contoh dari orang lain padahal contoh tersebut belum tentu bagus untuk kita. Melihat kedepan memang harus namun juga jangan lupa melihat belakang, kiri dan kanan agar kita bisa mengerem dan lebih belajar.
Masa depan memang Tuhan yang tahu, namun kita pulalah yang menjalani dan berproses dalam mengejarnya, jangan pernah takut dengan ketidakpastian di masa depanmu karena disitu akan banyak sekali pelajaran dalam melatih kesabaran dan keikhlasan. Apapun setiap keputusan, langkah dan tindakan yang diambil sekarang dan nanti memang akan berpengaruh terhadap setiap kejadian kelak dimasa depan, namun untuk apa hal itu menjadi momok yang menakutkan, disaat nafas dan langkah kaki masih bergerak, jantung dan darah masih bekerja sama dan otak juga hati masih selalu positif dan sesuai logika, pasti Tuhan akan menunjukkan jalan NYA.
Kita lupa bahwa ada kekuatan lebih di dunia ini, Tuhan akan selalu ada dalam setiap langkah ciptaan NYA, orang baik atau buruk, orang cacat atau sempurna, semua mempunyai hak yang sama di mata Tuhan, soal dosa dan segalanya, manusia hanya bisa menilai dari luarnya saja namun penentu sebenarnya adalah Tuhan. Jangan pernah takut dalam melangkah jika memang itu yang terbaik menurutmu, lakukan walaupun mungkin tidak semulus yang kau kira, lakukan walaupun banyak cobaan yang menerpa, karena setiap keputusan yang diambil adalah berasal dari hati, setidaknya kau melakukan apa yang hati dan pikiranmu inginkan dan kamu bahagia dengannya.
Jika aku bisa menulis sebuah notes kecil kepada Tuhan, aku akan meminta kedamaian dan kebahagiaan untuk seluruh manusia, dihilangkan ketakutan pada kehilangan berbau dunia dan hanya takut kehilangan Tuhan dan bisa kembali pada NYA dengan bahagia dan bertemu dengan NYA. Semoga masa depan bukan menjadi momok yang menakutkan lagi untukku, yang kedepan biar nanti saja, yang sekarang akan kejalankan dan kuputuskan dengan benar-benar dan sesuai, toh itu pula akan menjadi penentu masa depanku kelak. Manusia berencana namun Tuhan yang memegang kuasa, “jadi maka jadilah”, mudah bagi NYA.
Tentukan sendiri akan seperti apa masa depanmu, jangan pernah takut dengan keadaan yang kita belum tahu, berspekulasi tentang masa depan boleh-boleh saja, namun kita bukan peramal yang bisa tahu segalanya, apa susahnya jika dijalani dan sambil berproses, apapun keputusan yang kau ambil laksanakan dengan penuh tanggung jawab, jangan pernah terkecoh dengan omongan orang yang mengecilkanmu namun teruslah menjadi pribadi yang besar dan kuat, ada kalanya dibawah dan diatas, ayo terus lah menyemangati diri, kau mampu, kau mampu dan kau pasti bisa.

Lelaki itu menaiki motor barunya dengan membawa keranjang tempat susu kedelai yang dikemas dalam gelas plastik untuk kemudian di antar ke masing-masing pemesan, ditemani sang anak yang selalu ceria dan aktif yang duduk di depan sang ayah tercinta, ibu menunggu dirumah dengan tugas dari sekolah dan tugas rumah tangga, walaupun selalu gak sempurna namun itu adalah bentuk rasa cintanya pada keluarga tercintanya.
Ayah bekerja disalah satu perusahaan batu mineral terbesar diderah jorong, bekerja sudah lama dengan dedikasi yang tinggi kepada perusahaannya, bekerja pagi pulang menjelang malam demi kebahagiaan keluarganya tercinta, banyak hambatan, masalah dan dilema yang dihadapi sang ayah selama bertahun-tahun bekerja, namun dia selalu berusaha maju dan mencari kebenaran. Lelaki hebat ini bernama Ramadhan, walau dia sudah bekerja dengan keras dikantor dan dengan penghasilan yang sudah cukup namun demi keluarganya dia rela memikir lebih keras dan berusaha lebih lagi dalam mencari rejeki, banyak usaha sampingan yang dicobanya, dari berbisnis di yogyakarta, menjadi motivator bagi anak-anak sekolah hingga sekarang merintis usaha barunya yaitu menjual susu kedelai. Dalam benaknya hanya membahagiakan keluarga tercintanya, hingga kadang ia lupa bahwa semua perjuangan membutuhkan proses namun karena rasa cinta pada keluarganya yang sangat besar membuat jalan berpikirnya untuk selalu terfokus pada hasil yang cepat dan menguntungkan, dia selalu tidak sabaran dengan hasilnya.
Bagi ramadhan keluarganya saat ini adalah segalanya, karena dia hanya memiliki mereka yang selalu mendukungnya dalam suka dan sedih, keluarga besarnya terlibat konflik dengannya yang mengakibatkan hubungan keluarga itu sedikit menjadi renggang. Namun dengan adanya istri tercinta dan anak aktif nan bahagia disisinya, dia merasa memiliki keluarga baru yang bisa menjadi semangat baru baginya, bagi merekalah dia bekerja dan bagi merekalah semua cinta. Ramadhan bisa kita sebut sebagai bapak pencinta keluarga, jangankan untuk selingkuh, berpikir kesana pun tidak ada, satu cita-citanya adalah bisa membahagiakan keluarganya, namun bahagia seperti apa sebenarnya yang ramadhan cita-citakan, hingga kini masih dalam misteri benang kusut.
Beralih ke sang istri tercinta, walaupun sang suami bekerja, dia juga tidak mau kalah memberikan kontribusinya kepada keluarga tercintanya, dia juga bekerja sebagai tenaga pengajar di TK. Sifatnya yang ramah, pandai bergaul dan berkomunikasi, menyukai anak-anak, polos dan baik hati membuatnya sangat cocok menjadi seorang guru. Wanita yang paling dikasihi oleh ramadhan ini bernama Aprillia, seorang contoh ibu yang sangat penyayang kepada keluarganya, walau dia juga kadang masih seperti anak kecil dalam bersikap dan berpikir, terlalu mudah percaya dengan orang lain hingga kadang sering menjadi korban, solidaritasnya yang tinggi terhadap teman membuatnya sering dimanfaatkan. Beliau ini lah yang menjadi juru penasehat dalam keluarga, membantu meluruskan pemikiran sang ayah yang kadang bengkok.
Baginya keluarganya juga segalanya, pemikirannya tentang arti keluarga sama dengan ramadhani, dia pun memiliki cita-cita ingin memiliki sekolah TK sendiri dan sebuah mobil, pernah suatu hari dia bertanya kepada seorang anak kecil “kira-kira aku bisa punya mobil nggak?”, lalu anak kecil tadi menjawab “ tentu saja bisa, tapi bukan mobil melainkan Tossa, ibu naik didepan pake topi caping terus anak-anak sekolah digerobak belakang, kan bisa nambah-nambah penghasilan”, lah langsung aja di aprillia marah, karena merasa cita2nya dilecehkan, orang lain aja bisa beli kenapa aku tidak. Namun aprillia lupa, yang dia tanya adalah anak kecil yang cendrung menjawab pertanyaan dengan polos dan apa adanya sesuai dengan fakta, andai dia tahu bukan mobil atau tossa yang menjadi point utamanya, namun apakah hal tersebut benar-benar membawa guna untuk kita atau malah membawa dampak buruk.
Pernah kehilangan anak membuatnya kadang menjadi rapuh, dia takut kehilangan lagi, jadi rasa cintanya kepada keluarga tidak bisa diragukan lagi. Jika sang anak sakit, dia pasti kelabakan dan langsung ketakutan, seakan dia siap menggantikan posisi sakit si anak agar anaknya tetap sehat. Anak yang mereka cintai ini bernama syifa,anak yang aktif dan cerdas. Anak yang kelak diharapkan menjadi penerus dan pemimpin, permata bagi ramadhan dan aprillia.
Walaupun mereka hanya bertiga, namun jangan salah, jika mereka sudah berkumpul serasa seperti keluarga besar, karena mereka menyebarkan energi keramaian dan kehebohan juga kebahagiaan. Aku senang bisa menjadi salah satu bagian dalam perjalanan kehidupan keluarga ini, sekarang mereka merintis usaha susu kedelai dan seperti kedelai yang selalu memberikan gizi kepada yang memakannya, begitu pula mereka selalu memberikan kisah dan pembelajaran dari setiap kejadian yang ada.
Terus maju keluarga susu kedelai, raih cita-citamu akan kutunggu kisah-kisahmu yang berikutnya.

Malam ini hujan badai, angin bertiup dengan kencangnya dan air hujan jatuh membasahi bumi dan menimbulkan suara-suara saat beradu dengan benda bumi. Malam ini perasaanku berkecamuk bagaikan badai, banyak pikiran kah atau banyak beban hidup kah, semuanya menyatu dan membuat diri ini terus melamun.
Selama ini dalam hidupku banyak badai masalah yang kualami dan kujalani baik dalam bentuk perisitiwa, kejadian maupun cobaan hidup. Sungguh beruntungnya diri ini, bisa terus bertahan hingga sekarang menghadapi setiap cobaan yang ada.
Badai-badai kehidupan yang mengamuk didepanku, membuatku menjadi lebih belajar akan arti kehidupan sebenarnya, apakah itu cinta, benci, dendam dan sakit hati. Bagaimanapun apapun yang dipaksakan akan menjadi sangat tidak berguna bahkan cenderung menghancurkan.
Terpental dan terpelanting karena terjangan badai namun kita harus tetap bisa berdiri dan terus maju, begitu pula saat menghadapi masalah, ada kalanya kita jatuh dan terjerembab, namun jangan sampai hal itu membuatmu semakin jatuh, kumpulkan kembali setiap kekuatan yang kau punya, tunjukkan kalo kau mampu, temukan arti dan hikmah dibalik setiap masalah yang ada pada dirimu.
Disetiap hari kita selalu menemui badai-badai yang selalu berusaha menghentikan langkah kita untuk menjadi pribadi yang dicintai Tuhan, namun jangan sampai rasa cintamu kalah dengan badai itu, ingat badai itu tidak bisa menghentikanmu selama Tuhan selalu ada dihatimu.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.