Tag Archive: Life


Atasanku

ATASANKU

Untuk siapa aku bekerja dan bernafas didunia, untuk apa aku mati-matian mengejar target kerjaan demi mendapat pujian dan penghargaan, untuk apa aku berusaha untuk mengambil hati atasanku, untuk apa aku selalu mengikuti perintah atasan seakan itu perintah yang sangat sakti. Semuanya kulakukan dengan maksimal dengan alasan ke profesionalan dalam bekerja dan sebagai ajang pembuktian diri.

Selama aku bekerja belum pernah sekali pun dengan ikhlas dan takut aku memenuhi kewajibanku pada Tuhan agar Tuhan senang seperti aku memenuhi keinginan atasanku….aku selalu berusaha agar atasanku bisa senang dan puas akan hasil kerjaku…dengan segala cara dan daya kuupayakan bahkan kadang sampai lupa makan dan tidur karena memikirkannya bahkan aku takut sekali jika tidak selesai maka atasanku akan marah….
Bangun pagi hari terasa sangat berat karena target pekerjaan sudah menungguku dikantor seakan tiada guna istirahatku tadi malam, bahwa akan ada masalah-masalah yang sudah dapat diprediksi akan terjadi dikantor contohnya masalah dengan atasan yang otoriter, masalah dengan teman sekerja, masalah dengan pekerjaan etc.

Sempat aku berpikir, untuk siapa sich aku bekerja atau kenapa sich kita bekerja??
Pertanyaan itu dulu sering menghantui pikiranku, namun sekarang aku tidak mau lagi dipimpin oleh Atasanku, yaitu pikiran yang membelenggu, pikiran yang meraja melebihi dari kecintaanku pada Tuhan.

Hanya Tuhanlah atasanku tiada yang lain, didunia mungkin jabatannya lebih dariku namun hanya sebatas saat bekerja saja, di lingkungan mungkin dia pimpinanku namun hanya sebatas lingkungan itu saja, dan kepemimipinannya bisa berakhir dan tak abadi, hanya Tuhan yang benar-benar abadi, hanya Tuhanlah yang tiada duanya, hanya Tuhan yang menguasai diri ini, tiada yang lain.

Tiada atasan yang lebih kutakuti selain Tuhan, hanya takut dan tunduk padanya sebagai atasan dari segala atasan.

Nafsu Dunia

NAFSU DUNIA

Terasa mau pecah rasanya kepala ini dikarenakan banyaknya hal-hal yang dipikirkan, satu sisi bingung mau beli ini, mau beli yang itu, mau kredit ini dan itu, mau simpan uang untuk ini dan itu, biaya hidup dan lain-lain. Hanya nafsu dunia saja yang aku pikirkan, hanya kesenangan diri yang kupikirkan, hanya ego diri yang kuutamakan, hanya ketamakan dan kerakusan diri yang kutanam dalam hati hingga menghalalkan segalanya. Pusing rasanya kepala dan sakit hati ini karena apa yang diinginkan belum terpenuhi, susah tidur dan tidak bersemangat dalam hati dan pikiran hanya tertuju pada hal yang sangat kuinginkan, kucoba berkali-kali untuk menghadangnya dan menepisnya, bukannya berkurang malah semakin kencang keinginan itu.

Saat semua itu mencapai puncaknya, dimana nafsu, ego, gengsi, kesombongan dan keserakahan bersatu dalam diri, terjadi pergolakan yang sedemikian kuat dalam diri ini antara kubu yang baik dan jahat, aku memutuskan untuk bertanya pada Tuhan sebagai kubu yang netral, kuserahkan semua kepada Tuhan, karena aku yakin semua ini adalah milik Tuhan, bahwa tubuh, jiwa, nafsu, hati dan pikiran semua pasti akan tunduk pada perintah Tuhan.

Tuhan menjawab doaku saat itu juga, Tuhan dengan bijaksana membuat hati dan pikiranku kembali normal dan dapat berpikir dengan sehat dan Tuhan juga membuka mata hati dan pikiranku dengan kejadian-kejadian yang terpampang jelas dalam ingatanku baik itu hal yang kualami sendiri atau pengalaman dari orang lain. Bahwa semua nafsu tersebut tidak harus selalu dituruti, sebagai manusia yang bijak dan cerdas, aku dituntut dapat mengambil keputusan, apakah haal yang kita inginkan tersebut memang diperlukan, apakah sifatnya mendadak, apakah akan ada yang terluka atau menangis jika hal itu tidak tercapai, apakah aku akan mati jika hal itu tidak tercapai dan yang terpenting apakah Tuhan akan maarah dan murka jika hal yang sangat kita inginkan tersebut tidak tercapainya. Secara tegas saya menjawab tidak karena hal yang kuinginkan hanya sebagai peningkat rasa gengsi, hanya sebagai sarana untuk menyombongkan diri, dan hanya sebagai nafsu sesaat yang berakibat sangat buruk dikemudian hari kelak.

Contohnya aku saat ini sangat ingin sekali memiliki handphone yang sangat mahal dan canggih, namun apakah hal itu memiliki kegunaan yang penting untukku atau apabila aku tidak memilikinya apakah aku akan sekarat kemudian mati, atau saat ini aku sangat ingin punya rumah atau aku ingin pindah kerja ketempat lain karena tergiur akan materi yang lebih besar dan banyak lagi kemauan diri ini yang banyak mudaratnya daripada untungnya hanya karena nafsu sesaat tanpa mempertimbangkan sisi baik dan buruknya bahkan jeleknya tidak mau berdiskusi dengan Tuhan akan hal ini.

Apa sich yang kupikirkan, kenapa aku terlalu tidak tahu malu, mengapa begitu mudah mengatakan kata syukur, ikhlas dan sabar dimulut saja ketimbang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tak takutkah aku pada murka Tuhan yang begitu benci melihat umatnya ini yang terlalu serakah dan sombong seakan dunia ini kekal dan abadi, bukankah Tuhan sudah sangat jelas mengatakan bahwa Dunia hanya sementara, ambil yang baik dan ambil yang buruk sebagai pelajaran untuk mendekatkan diri lebih dan lebih lagi kepada Tuhan, bahwa kelak kematian akan datang menjemput, bahwa kiamat itu pasti datang, dan bahwa harta dan segala isi bumi ini akan sirna, tak ada satu pun yang dibawa selain amal ibadah yang baik dan ikhlas karena Tuhan.
Teguran Tuhan ini memang nyata dan wajib untuk ditakuti, namun tetap saja nafsu tidak pernah akan mau mengalah karena memang tugasnya lah untuk membuat hati manusia menjadi tetap bimbang dan cenderung mengutamakan nafsunya seperti yang kurasakan saat ini, disatu sisi aku takut namun disisi lainnya aku tetap bandel untuk tetap mencari celah agar nafsu tersebut dapat terlaksana.
Aku butuh waktu untuk dapat menerima semua ini dengan ikhlas dan dapat sabar dalam cobaan nafsu ini, pelan tapi pasti dan dengan penuh keyakinan pada Tuhan yang kucintai melebihi apapun didunia ini, kuputuskan untuk berserah pada Tuhan dan lebih takut pada murka Tuhan, aku tak ingin Tuhan marah apalagi sampai Tuhan meninggalkanku. Aku tak perlu harta, aku tak perlu jabatan, aku tak perlu kekayaan yang berlimpah, aku tak perlu pujian yang menjerumuskan, aku tak perlu semua yang ada didunia, yang kuperlu dan kubutuhkan hanya Tuhan, karena aku sangat yakin jika Tuhan berkehendak apapun akan terjadi, Tuhan hanya perlu mengatakan Terjadi maka Terjadilah.

Semua ini milik Tuhan, jika memang hal tersebut terbaik bagi kita cepat atau lambat Tuhan akan memberikannya, apapun itu harta, jodoh, jabatan, rejeki, kekayaan akan Tuhan berikan bahkan tanpa kita meminta, namun aku juga harus cerdas bahwa semua itu merupakan titipan dan cobaan dari Tuhan agar aku bisa naik kelas menjadi umatnya yang terbaik, selain kebahagiaan dan kemewahan diatas aku juga harus sangat siap dengan kemiskinan, rejeki yang pas-pas an, jabatan yang biasa-biasa saja, jodoh yang tak kunjung diberi dan lainnya bahwa semua itu sebagai bentuk kasih dan sayang Tuhan kepadaku, dengan diberi kesusahan apakah aku dapat tetap berpikir cerdas dan apakah akau tetap cinta pada Tuhan karena pada taraf ini keyakinan dan kepercayaanku akan Tuhan sedang diuji.

Sungguh nafsu diciptakan sebagai alat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan kepada Tuhan, karena tak ada hal yang sia-sia diciptakan Tuhan hanya kembali kepada aku sebagai umatnya untuk dapat bijak, cerdas dan yakin akan semua ketentuannya. Bahwa nafsu akan kalah jika aku dapat ikhlas, sabar, yakin pada Tuhan, kuat, dan dapat berpikir cerdas akan nafsu yang sedang melanda untuk kemudian menetukan sikap yang terbaik agar Tuhan, manusia dan alam dapat tetap seimbang.

Sungguh terima kasihku pada Tuhan, kasih sayang dan cintaNYA selalu mencahayai hati dan pikiranku yang busuk menjadi lebih indah.
Cukup bagiku Tuhan tak perlu yang lain karena yang lain akan mengikutiku jika Tuhan ada bersamaku. Alhamdullilah atas hidupku yang bahagia ini, sekarang aku bisa lebih bersyukur akan apa yang kumiliki saat ini tanpa harus sakit dan pusing akan nafsu lagi.

Masalah yang membuat lupa

MASALAH YANG MEMBUATKU LUPA

Kenapa dan Mengapa juga Bagaimana, selalu kata-kata ini yang kuingat setiap kali ada masalah yang terjadi dalam hidupku, yang kemudian membuatku menjadi orang yang pemarah, sensitif, lupa segalanya, menangis, menyesal, kacau, pusing, stress, pendiam dan tak mau diganggu bahkan ada yang dengan bangganya memperlihatkan bahwa dia mempunyai masalah yang besar ( walau sebenarnya kecil tapi dibesar-besarkan ) cuman agar orang lain melihat bahwa dia hebat karena memiliki masalah , selain itu muka ditekuk seperti bantal rusak ( kalo hiperbolanya mulut kemana muka kemana pokoknya gak karuan ) selalu seperti itu dari kecil hingga dewasa….dari mana aku belajar bahwa bila ada masalah selalu pusing dan menangis ternyata dari sekitarku yang memberi pelajaran seperti itu dan akhirnya kadang selesai tapi lebih banyak terpending untuk waktu yang panjang sekali.

Sebenarnya solusi apa sich yang bisa dilakukan agar masalah itu dapat terselesaikan. Banyak hal yang terlintas dalam pikiranku seperti melarikan diri, membiarkan, dihadapi atau minta tolong orang lain. Tapi kebanyakan hasilnya jauh dibawah pengharapanku….sebenarnya apa sich masalah itu ???
Definisi Masalah menurutku ialah suatu jalan yang bertentangan dengan hati nurani dan akal pikiran manusia sebagai jalan untuk menuju kedewasaan bagi yang mengerti hikmahnya dan sebagai sarana perusak tubuh bagi yang terlalu pusing untuk menghadapinya, dan sebagai sarana bagi Tuhan untuk menilai umatnya.

Namun apakah masalah itu harus selalu ada solusinya, diumurku yang menuju 23 tahun terkadang aku menemui masalah yang tidak memiliki solusi yang jelas, namun itu hanya minoritas karena semua masalah pasti ada solusi pemecahannya.
Masalah –masalah yang bermacam-macam itu selalu menimbulkan dampak yang sangat signifikan dalam ku melangkah menjalani hidupku, membuatku dapat sedikit berpikir bijaksana, dapat sedikit merubah habit yang bermasalah etc.

Tapi tahukah ternyata siapa yang paling berjasa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang kuhadapi, Diri Sendiri, Orang tua, keluarga, Teman, Lingkungan, atau Kekasih….mungkin iya jika aku berpikir secara kasat mata…namun saat diurut secara benar ternyata semua bersumber dan berakhir karena Tuhan dengan perantara itu semua.
Ach….masa iya…bukan yang menolongku adalah diriku sendiri dengan kepintaranku, bukankah yang menolongku adalah orangtuaku dengan kedewasaannya….hmm dulu sekali aku berpikir seperti itu dan aku lupa dengan asal dari itu semua. Coba dipikir apakah kepintaran bisa datang dengan sendirinya tanpa adanya otak yang diciptakan Tuhan…betapa malunya aku….

Tapi kok bisa aku lupa akan hal itu atau aku sengaja melupakannya tapi apakah Tuhan lupa….jawabannya tentu saja tidak, selupa apapun aku padanya saat ada masalah, Tuhan selalu ingat untuk memberi nafas agar aku tetap hidup, Tuhan selalu membuat jantungku berdetak dan memompakan darah setiap detiknya tanpa ada terlupa, Tuhan memberikan aku rasa lapar dan haus saat aku terkungkung dengan masalahku dan banyak lagi…semua itu Tuhan lakukan karena rasa sayangNYA tapi mengapa aku masih saja lupa akan hal ini padahal Tuhan sudah berkata “ AKU tidak akan mencoba umatku dengan masalah yang tidak bisa dia tanggung”.

Masalah dalam penyelesainnya selalu melalui proses-proses yang panjang dan tidak ada penyelesaian masalah yang instan ( tanpa melalui proses ) karena dalam proses terdapat banyak pelajaran yang sangat berharga untuk di jalani.

TO BE Continued………Karena Masalahku banyak yang belum selesai

Hidupku di dunia

HIDUPKU DI DUNIA

Sering aku bertanya dengan diriku, sebenarnya untuk apa aku hidup di dunia, walau sebenarnya hal ini tidak boleh dipertanyakan karena Tuhan sudah menentukan jalan hidup manusia sesuai dengan ketentuannya bahwa dalam hidup selalu mengandung sisi sebab dan akibat.

Namun kadang kurasa hidup terasa sia-sia, mengapa?? Itu karena kebosananku dengan perjalanan hidup didunia, ambil singkatnya setiap hari makan tiga kali sehari, tidur, sekolah, bekerja, dan pekerjaan rutin lainnya, semuanya sama….namun sebenarnya tidak ada kah pekerjaan yang tidak membosankan…..yang membuat hidup lebih indah, enjoy dan yach setidaknya membuat hidupku dapat berguna untuk orang lain……
Seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang kualami dan saksikan….sedikit demi sedikit krisis itu dapat kuatasi, ternyata selama ini aku lupa bahwa aku hidup karena Tuhan, yah Tuhan yang dengan ikhlas menciptakan aku tanpa mengharap untuk diberi imbalan dan hambanya yang hina ini lupa dan dengan sombongnya berdiri didunia ini seakan-akan dia yang paling hebat, betapa malunya…..

Kerinduanku pada Tuhan sedikit demi sedikit kukumpulkan dalam hati kecilku, walau rasa itu kadang datang dalam hitungan detik akan tetap kusimpan sebagai pengingat diriku saat ku terlena dengan jahatnya dunia…..
Sering aku menangis jika kerinduan itu datang…menangis sejadi-jadi bahkan sampai sesak dada ini karena saking rindunya……namun saat aku terlena dengan jahatnya dunia untuk sesaat rasa itu hilang aku lupa akan Tuhanku bahkan lupa dengan semuanya dan aku tahu Tuhan melihatnya namun Dia tak pernah marah bahkan dengan rasa sayang dia membimbingku kembali….sungguh aku manusia pendosa dan tak ada rasa malu…

Sebagai manusia aku terlalu silau akan harta dan nafsu hingga lupa…..lupa dan lupa lagi bahkan kadang terlalu lupa. Namun untuk yang kesekian kali Tuhan datang padaku dengan rasa sayangnya….walau Dia tahu aku sering menggunakan logikaku untuk mencari dimana Tuhan, sungguh lucu untuk apa aku menggunakan ciptaanNYA ( akal pikiran ) untuk mencari jawaban apakaah Tuhan itu ada, dimana letaknya etc. Padahal dengan mata telanjang pun aku sudah tahu bahwa Kekuasaan Tuhan itu sangat nyata.

Oleh karena itu kuingin berbagi kebahagiaan dan keyakinan ini dengan harapan agar orang-orang disekitarku dapat selalu ingat dengan Tuhan.
Walau hanya bermodal senyuman dan keceriaan ( kadang sesekali pernah juga bad mood ) aku coba membantu untuk dapat keluar dari permasalahan hidup ( yang menurutku kebanyakan permasalahan hidup itu tak ada gunanya karena saat kita meninggal, didunia berikutnya semua itu tak ada ) dengan membuat mereka tersenyum dan tertawa sambil sesekali berbagi tentang Tuhan. Namun itu saja belum cukup masih banyak lagi yang mungkin bisa kubantu walau kadang sisi lain dari diriku menolak itu namun hati ini jauh lebih kuat karena aku sungguh tak bisa melihat orang lain bersedih…memang tidak semua kubantu secara fisik tapi setidaknya aku berdoa semoga masalahnya menemui titik terang karena biar bagaimana pun ada sebagian orang yang tidak ingin masalahnya dicampuri oleh orang lain.
Setidaknya untuk waktuku yang tinggal sedikit ini, aku bisa meninggalkan kebaikan selama dunia masih ada akan selalu dikenang namun dikenang dalam hal ini adalah bukan selalu dipuji tapi tingkah laku yang mungkin baik dimata orang boleh kiranya untuk di terapkan dalam hidupnya dan lebih bahagia lagi jika ternyata itu dapat membuatnya menjadi lebih happy di dunia.
Entah itu setahun, lima tahun , sepuluh tahun , lima puluh tahun bahkan mungkin besok, aku bisa saja meninggal, dan tak perlu penyakit, tak perlu bunuh diri, tak perlu musibah, tak perlu dibunuh jika Tuhan berkehendak maka dengan mudah dia bisa mengambil apa yang menjadi miliknya ( terjadi maka terjadilah ) dan ini bukan hal yang perlu ditakuti ( walau kadang takut sekali ) dan bukan berarti Tuhan egois tapi hal ini sudah menjadi janjiku dengan Tuhan ( dan ingat Janji adalah Utang ).

Oleh karena itu aku selalu mencoba untuk memberi semangat pada diriku bahwa setiap hela nafas dan detik waktu yang berjalan sangat penting sekali untuk selalu digunakan di jalan yang di ridhoi Tuhan, walau saat nonton TV,saat makan, saat bekerja, saat sendiri, saat tidur. Ku coba dan akan terus dan terus kucoba untuk mengingat akan adanya Tuhan.

Aku tak dapat memberi banyak pada sekitarku, hanya senyuman yang selalu kuusahakan tersuguh dengan ikhlas yang dapat kuberikan selain murah tak perlu keluar tenaga banyak………..semua itu sebagai bentuk kecintaanku pada semua walau itu orang gila, pelacur, pengemis, tukang sayur, musuh ( kalo ini rada berat dikit he 20x ) aku sayang pada semua…………!!!!!!!!!!!

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.