SOMBONG

Sombong adalah penyakit hati yang paling kubenci dari semua penyakit hati yang ada. Sombong adalah bapak dan ibu dari sirik kepada tuhan, kejahatan, keegoisan, keserakahan, kemurtadan dan kebobrokan diri.

Sombong hal yang paling kutakuti dan paling kuhindari dalam hidupku, namun sangat susah untuk menghilangkannya apalagi meniadakannya dalam diri. Setiap hari aku selalu berjuang agar sombong tidak menguasai diri, tidak mengakar dalam otak dan tidak menjadi raja dalam diri karena hanya Tuhan lah yang berhak untuk itu semua.

Bayangkan saja aku sanggup menduakan Tuhan dengan kesombongan ini, sebagai contoh aku dengan sombongnya membantah perintah Tuhan yang mempunyai hak atas diriku, hanya karena demi diakui oleh manusia yang ada disekelilingku, aku sombong dengan harta dan kekayaan yang kumiliki hingga lupa berbagi dan hingga sekaali lagi lupa dari mana itu semua datangnya, kadang aku juga melihat di kehidupan sehari-hari dimana ada orang yang dengan tega dan sombongnya tidak mengakui adanya Tuhan bahkan kalaupun mengakui adanya Tuhan, dia rela meninggalkan semua perintah dan keyakinannya demi harta dan cintanya kepada isi dunia.

Sombong merupakan perwujudan setan yang nyata didunia ini, sombong tidak hanya hidup dalam hati namun juga dalam darah dan otak. Sombong membuat lupa akan segalanya dan manghalalkan segalanya untuk mencapainya.

Sombong bisa berbentuk harta, jodoh, kepintaran, jabatan, sebagai manusia aku harus bisa cerdas untuk mencermatinya sebagai suatu cobaan dari Tuhan dan bukan merupakan sebagai peningkat rasa kebanggaan diri, karena sungguh tak pantas diri ini untuk dibanggakan selain hanya Tuhan, karena aku berpikir tanpa aku perlu membanggakan diri atau menyombongkan diri atas apa yang kumiliki maka Tuhan akan selalu menambah rejeki yang halal untukku dan akan selalu melindungiku bahkan lingkungan sekitar pun akan lebih menghargaiku.

Sombong memang perlu namun janganlah itu menjadikan aku menjadi lupa akan diri, lupa bahwa semua yang kumiliki hanya titipan Tuhan semata tanpa terkecuali. Dan aku harus ingat murka Tuhan itu sangat dahsyat, apalah artinya diri ini jika Tuhan telah murka, aku hanya bagaikan debu yang tertiup oleh angin tiada artinya oleh karena itu masihkah aku harus sombong??